Wasir atau ambeien adalah salah satu keluhan yang cukup sering dialami banyak orang, terutama saat buang air besar terasa tidak nyaman. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah di sekitar anus atau rektum mengalami pembengkakan, sehingga bisa menimbulkan nyeri, gatal, atau bahkan benjolan kecil di area tersebut.
Meski terasa mengganggu, wasir bukanlah kondisi yang berbahaya dan dapat ditangani dengan langkah yang tepat. Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara pencegahannya, kamu bisa menjaga kesehatan pencernaan serta mencegah keluhan ini kambuh di kemudian hari.
Setiap orang bisa berisiko mengalami wasir, terutama jika memiliki kebiasaan duduk lama, kurang serat, atau sering mengejan. Karena itu, mengenali tanda-tandanya sejak dini sangat penting agar penanganannya lebih mudah dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat.
Apa Itu Wasir?
Wasir adalah pembengkakan atau peradangan pada pembuluh darah di sekitar anus dan bagian bawah rektum. Kondisi ini sering juga disebut ambeien, dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau munculnya benjolan di sekitar anus.
Secara normal, pembuluh darah di area ini berfungsi sebagai bantalan yang membantu mengontrol buang air besar. Namun, ketika tekanan di dalam pembuluh darah meningkat—misalnya karena sering mengejan, duduk terlalu lama di toilet, kurang asupan serat, atau konstipasi—pembuluh darah tersebut dapat membengkak seperti varises di kaki.
Penyebab Wasir
Wasir atau ambeien terjadi saat pembuluh darah di sekitar anus membengkak akibat tekanan berlebih. Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa mencegah gejala wasir sejak awal dan menjaga kesehatan pencernaan dengan lebih baik.
- Mengejan saat buang air besar: Mengejan terlalu keras karena sembelit atau diare bisa menekan pembuluh darah di anus hingga membengkak. Biasakan makan makanan tinggi serat dan minum air cukup agar buang air besar jadi lebih mudah tanpa perlu mengejan.
- Duduk terlalu lama, terutama di toilet: Duduk lama bisa menghambat aliran darah di area panggul dan anus sehingga pembuluh darah menegang. Cobalah berdiri atau berjalan setiap satu jam agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Kehamilan dan perubahan hormon: Saat hamil, rahim menekan pembuluh darah dan hormon membuat dinding pembuluh melemah, memicu wasir. Ibu hamil bisa mencegahnya dengan tidur miring ke kiri, banyak minum air, dan konsumsi serat.
- Kelebihan berat badan dan kurang gerak: Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah di area anus. Rutin bergerak, seperti berjalan kaki atau peregangan ringan, membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi risiko wasir.
- Proses penuaan alami: Seiring usia, jaringan di sekitar anus melemah dan pembuluh darah lebih mudah menonjol. Menjaga pola makan sehat dan rutin beraktivitas bisa membantu memperkuat jaringan ini.
- Sering mengangkat beban berat: Tekanan di perut meningkat saat mengangkat beban besar, menekan pembuluh darah anus. Gunakan teknik angkat yang benar dan keluarkan napas saat mengangkat untuk mengurangi tekanan.
- Pola makan rendah serat: Kurang serat membuat tinja keras dan sulit dikeluarkan, menyebabkan kamu mengejan lebih kuat. Konsumsi sayuran, buah, dan air putih cukup agar buang air besar lebih lancar.
- Faktor keturunan: Beberapa orang memang memiliki pembuluh darah yang lebih lemah sejak lahir, membuatnya lebih rentan wasir. Namun dengan gaya hidup sehat dan kebiasaan buang air yang baik, risikonya tetap bisa dikendalikan.
- Penyakit tertentu yang memengaruhi darah atau daya tahan tubuh: Kondisi seperti diabetes, Crohn’s, atau HIV dapat memengaruhi aliran darah dan membuat area anus mudah meradang. Menjaga kesehatan umum dan rutin periksa ke dokter membantu mencegah komplikasi seperti wasir.
Faktor Risiko Wasir
Wasir atau ambeien terjadi ketika pembuluh darah di sekitar anus membengkak. Dengan memahami faktor risikonya, kamu bisa mencegah keluhan ini sejak dini dan menjaga kenyamanan aktivitas sehari-hari.
- Penuaan dan Kelemahan Jaringan: Seiring bertambahnya usia, jaringan di sekitar anus melemah dan kurang elastis. Hal ini membuat pembuluh darah mudah membengkak, terutama jika kamu kurang bergerak atau jarang mengonsumsi serat.
- Perempuan dan Kehamilan: Tekanan dari janin serta perubahan hormon selama kehamilan dapat memperlebar pembuluh darah di panggul. Menjaga pola makan berserat dan banyak minum air bisa membantu mengurangi risiko wasir.
- Konstipasi dan Mengejan Saat BAB: Mengejan kuat saat buang air besar meningkatkan tekanan di anus. Biasakan makan makanan berserat, cukup minum, dan tidak menahan buang air besar agar prosesnya lancar.
- Terlalu Lama Duduk, Termasuk di Toilet: Duduk lama menekan pembuluh darah di anus dan menghambat aliran darah. Batasi waktu di toilet dan berdiri setiap jam bila kamu banyak duduk di tempat kerja.
- Kelebihan Berat Badan dan Gaya Hidup Pasif: Berat badan berlebih menambah tekanan di area panggul. Rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal dapat mencegah munculnya ambeien.
- Merokok dan Dampaknya pada Pembuluh Darah: Rokok merusak dinding pembuluh darah dan memperlambat pencernaan. Berhenti merokok membantu memperlancar aliran darah dan menurunkan risiko wasir.
- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Tekanan darah tinggi meningkatkan beban pada pembuluh darah anus. Menjaga tekanan darah tetap normal membantu mencegah peradangan pembuluh vena.
- Diare dan Masalah Pencernaan Kronis: Diare berkepanjangan bisa mengiritasi pembuluh darah di anus. Menangani penyebabnya dengan pola makan seimbang membantu mencegah wasir kambuh.
- Mengangkat Beban Berat Secara Berlebihan: Tekanan perut meningkat saat kamu mengangkat beban berat, memengaruhi pembuluh darah di anus. Gunakan teknik yang benar dan hindari menahan napas.
- Faktor Keturunan: Jika ada anggota keluarga yang memiliki wasir, risikomu bisa lebih tinggi. Tetap aktif dan perbanyak serat untuk menjaga kekuatan jaringan pembuluh darah.
- Kondisi Medis Tertentu: Penyakit seperti diabetes atau kolesterol tinggi dapat melemahkan pembuluh darah. Mengontrol kondisi medis secara rutin membantu mencegah komplikasi seperti wasir.
- Gaya Hidup dan Kebiasaan Lain: Alkohol berlebih, kurang tidur, atau hubungan seksual anal bisa meningkatkan risiko wasir. Menjaga pola hidup seimbang dan cukup istirahat membantu melindungi kesehatan pencernaanmu.
Jenis Jenis Wasir
Jenis jenis wasir penting untuk diketahui agar kamu bisa mengenali gejala dan menentukan cara penanganan yang tepat. Secara umum, wasir dibagi menjadi dua jenis utama: internal dan eksternal, serta beberapa bentuk lanjutan seperti prolaps dan trombosis.
Wasir Internal — Sering Menyebabkan Pendarahan
Wasir internal terbentuk di bagian dalam rektum dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit karena sedikit saraf perasa. Gejalanya sering berupa darah merah terang saat buang air besar atau rasa tidak nyaman akibat jaringan yang menonjol keluar (prolaps). Meski tidak berbahaya, wasir internal perlu diperiksa agar tidak semakin parah.
Wasir Eksternal — Nyeri dan Mudah Terlihat
Wasir eksternal muncul di luar anus dan terasa nyeri, gatal, serta bengkak karena banyaknya saraf perasa di area tersebut. Benjolan bisa terlihat atau teraba, bahkan membentuk gumpalan darah (trombosis) yang menyebabkan nyeri hebat. Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini bisa cepat membaik.
Jenis Tambahan — Prolaps dan Trombosis
Wasir prolaps terjadi ketika wasir internal keluar dari anus akibat tekanan berulang, sedangkan wasir trombosis disebabkan oleh gumpalan darah di dalam wasir, menimbulkan nyeri tajam dan benjolan keras. Keduanya dapat sembuh dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup sehat.
Mengetahui jenis jenis wasir membantu kamu mengenali gejala sejak dini dan mencegah komplikasi. Jika muncul keluhan seperti benjolan, gatal, atau perdarahan ringan, segera periksa ke dokter. Klinik Wasir MMC siap memberikan perawatan yang aman dan nyaman.
Gejala Wasir
Banyak orang tidak sadar bahwa nyeri, gatal, atau benjolan di sekitar anus bisa menjadi tanda wasir (ambeien). Mengenali gejala wasir sejak awal membantu kamu mencegahnya semakin parah dan mendapatkan perawatan yang tepat.
- Nyeri atau Tidak Nyaman di Anus: Nyeri terasa saat atau setelah buang air besar, bisa seperti perih atau terbakar. Duduk lama memperparah keluhan ini.
- Perdarahan Saat Buang Air Besar: Darah merah terang muncul di tisu atau toilet tanpa rasa sakit. Perhatikan bila terjadi berulang.
- Gatal atau Iritasi di Sekitar Anus: Kulit terasa gatal atau perih akibat peradangan atau lembap karena lendir.
- Benjolan di Dekat Anus: Terasa lunak atau nyeri saat disentuh, sering membuat duduk tidak nyaman.
- Rasa Belum Tuntas Buang Air: Muncul sensasi seperti masih ada sisa feses karena pembengkakan wasir.
- Keluar Lendir dari Anus: Lendir membuat area lembap dan mudah iritasi, menimbulkan rasa tidak nyaman.
- Wasir Trombosis (Darah Membeku): Menyebabkan nyeri hebat dan benjolan keras di anus; sulit duduk atau berjalan.
- Pentingnya Mengenali Gejala: Deteksi dini mencegah komplikasi dan memudahkan penanganan. Konsultasikan dengan Klinik Wasir MMC untuk pemeriksaan yang aman dan nyaman.
Diagnosis Wasir
Mengetahui cara dokter mendiagnosis wasir (ambeien) penting agar kamu memahami langkah pemeriksaan yang akan dilakukan. Pemeriksaan ini membantu memastikan penyebab keluhan, menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, dan menentukan perawatan yang paling tepat untukmu.
- Pemeriksaan Rektal Digital (Digital Rectal Exam): Dokter akan memasukkan jari yang memakai sarung tangan dan pelumas ke dalam anus untuk meraba adanya pembengkakan atau benjolan. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi wasir sekaligus memastikan tidak ada kelainan lain di sekitar rektum.
- Pemeriksaan Visual: Untuk wasir luar, dokter biasanya cukup melihat langsung area anus untuk melihat adanya pembengkakan atau luka. Sedangkan wasir dalam yang tidak tampak dari luar memerlukan pemeriksaan tambahan dengan alat khusus.
- Anoskopi, Proktoskopi, atau Sigmoidoskopi: Alat berbentuk tabung kecil dimasukkan ke dalam anus dan rektum agar dokter bisa melihat kondisi bagian dalam. Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah ada wasir dalam, peradangan, atau kelainan lain yang tidak teraba.
- Koloskopi: Pemeriksaan ini dilakukan jika ada tanda lain seperti perdarahan berat atau faktor risiko kanker usus besar. Koloskopi memungkinkan dokter melihat seluruh bagian usus besar dan memastikan tidak ada penyakit lain yang menyerupai gejala wasir.
- Riwayat Kesehatan dan Pola BAB: Dokter akan menanyakan keluhan seperti perdarahan, nyeri, kebiasaan buang air besar, dan riwayat penyakit pencernaan. Informasi ini membantu memahami pola gejala dan menyesuaikan langkah pemeriksaan.
- Menyingkirkan Kemungkinan Penyakit Lain: Pemeriksaan bertujuan memastikan gejala bukan disebabkan oleh masalah lain seperti luka anus, fistula, atau tumor usus besar. Dengan begitu, diagnosis wasir menjadi lebih akurat dan aman.
Kombinasi pemeriksaan di atas membantu dokter menentukan jenis dan tingkat keparahan wasir secara tepat. Jika kamu mengalami gejala seperti perdarahan atau benjolan di anus, sebaiknya segera periksa agar penanganan bisa dilakukan lebih awal dan efektif.
Cara Mendeteksi Wasir
Mengetahui cara mendeteksi wasir (ambeien) penting agar kamu bisa segera mengambil langkah yang tepat sebelum gejala semakin parah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab keluhan, apakah benar wasir atau kondisi lain yang mirip, seperti luka atau infeksi pada anus.
- Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa area sekitar anus untuk melihat adanya benjolan, pembengkakan, atau tanda iritasi kulit. Wasir luar biasanya tampak jelas dari luar, sementara wasir dalam memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat khusus.
- Pemeriksaan Rektal Digital: Dengan sarung tangan dan pelumas, dokter akan memasukkan jari ke dalam anus untuk merasakan adanya benjolan atau pembengkakan di dalam. Pemeriksaan ini juga membantu menilai kekuatan otot anus dan mendeteksi tanda perdarahan.
- Anoskopi: Pemeriksaan ini menggunakan alat kecil berbentuk tabung bernama anoskop untuk melihat bagian dalam saluran anus. Melalui alat ini, dokter dapat memastikan ada tidaknya wasir dalam atau peradangan ringan di sekitar dinding rektum.
- Proktoskopi atau Sigmoidoskopi: Jika diperlukan, dokter akan menggunakan alat dengan jangkauan lebih panjang untuk memeriksa seluruh bagian rektum hingga sebagian usus besar. Langkah ini dilakukan bila perdarahan berlangsung lama atau dicurigai ada gangguan lain.
- Koloskopi: Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat seluruh bagian usus besar, terutama pada pasien dengan risiko penyakit pencernaan lain atau usia di atas 40 tahun. Kolonoskopi membantu memastikan perdarahan bukan berasal dari penyakit lain seperti polip atau peradangan usus.
- Deteksi Mandiri di Rumah: Kamu bisa mengenali tanda awal seperti nyeri, gatal, benjolan kecil, atau perdarahan saat buang air besar. Namun, pemeriksaan mandiri hanya bersifat awal—diagnosis pasti tetap harus dilakukan oleh dokter agar hasilnya akurat dan aman.
Dengan memahami cara mendeteksi wasir sejak dini, kamu bisa segera mencari bantuan medis sebelum gejala bertambah berat. Jika kamu mulai mengalami keluhan di area anus, sebaiknya segera konsultasikan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Cara Mengobati Wasir
Menangani wasir bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari tingkat keparahan dan jenisnya. Dengan memahami pilihan pengobatan, kamu bisa menentukan langkah yang paling tepat sesuai kondisi tubuhmu.
- Perawatan konservatif di rumah: Cara ini cocok untuk kasus wasir ringan. Kamu bisa meningkatkan asupan serat (sekitar 25–35 gram per hari) dan memperbanyak minum air putih agar feses lebih lunak dan tidak perlu mengejan keras.
- Obat oles atau supositoria: Krim, salep, atau obat yang dimasukkan ke anus biasanya mengandung bahan seperti hidrokortison atau witch hazel untuk meredakan gatal, nyeri, dan bengkak.
- Rendam air hangat (sitz bath): Duduk di air hangat selama 10–15 menit membantu menenangkan area anus yang meradang dan mengurangi rasa tidak nyaman.
- Hindari duduk terlalu lama di toilet: Duduk berlebihan memberi tekanan pada pembuluh darah di anus. Biasakan buang air besar tanpa menunda dan jangan membawa gawai ke kamar mandi.
- Gunakan pelunak feses bila perlu: Jika kamu sering sembelit, dokter mungkin menyarankan pelunak feses atau pencahar ringan agar buang air lebih mudah tanpa mengejan.
- Ligasi karet (Rubber Band Ligation): Prosedur ini dilakukan dengan mengikat pangkal wasir menggunakan karet kecil, sehingga aliran darah terhenti dan jaringan wasir menyusut lalu lepas dengan sendirinya.
- Skleroterapi: Dokter menyuntikkan cairan khusus ke jaringan wasir untuk membuatnya mengecil secara bertahap. Prosedur ini cepat dan jarang menimbulkan rasa sakit.
- Koagulasi inframerah, laser, atau bipolar: Teknologi panas digunakan untuk mengecilkan jaringan wasir dengan menutup pembuluh darahnya. Biasanya dilakukan di klinik dan pemulihannya singkat.
- Hemoroidektomi (pengangkatan wasir): Untuk wasir besar atau yang sering kambuh, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan jaringan wasir. Hasilnya efektif, tetapi butuh waktu pemulihan lebih lama.
- Stapled hemorrhoidopexy: Teknik ini menggunakan alat stapler khusus untuk mengembalikan posisi wasir yang menonjol sekaligus memotong kelebihan jaringan, dengan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan.
- Ligasi arteri wasir dengan panduan Doppler: Prosedur ini menutup aliran darah ke pembuluh wasir menggunakan alat khusus, sehingga benjolan menyusut secara bertahap.
Pilihan pengobatan wasir biasanya dimulai dari perawatan sederhana di rumah sebelum berlanjut ke tindakan medis bila perlu. Jika keluhan terus berulang atau makin parah, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan solusi yang paling aman dan sesuai dengan kondisi tubuhmu.
Obat Alami Wasir
Beberapa cara alami bisa membantu meredakan gejala wasir seperti nyeri, gatal, dan bengkak tanpa harus melalui tindakan medis. Pendekatan ini umumnya lembut, mudah dilakukan di rumah, dan membantu mempercepat proses pemulihan.
- Pola makan tinggi serat dan cukup air: Mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian serta minum air yang cukup membantu melunakkan feses, mengurangi tekanan saat buang air besar, dan mencegah iritasi wasir.
- Rendam air hangat (sitz bath): Duduk di air hangat selama 10–15 menit beberapa kali sehari meningkatkan aliran darah, menenangkan peradangan, dan mengurangi rasa tidak nyaman di sekitar anus.
- Witch hazel: Mengoleskan witch hazel murni menggunakan kapas ke area wasir dapat membantu mengempiskan pembengkakan serta meredakan gatal dan nyeri berkat sifat antiinflamasinya.
- Aloe vera: Gel lidah buaya murni memiliki efek menenangkan dan antiradang yang membantu mengurangi bengkak dan rasa panas pada kulit sekitar anus; pastikan tidak mengandung bahan tambahan yang mengiritasi.
- Minyak kelapa: Mengoleskan minyak kelapa membantu melembapkan kulit sekitar wasir, mengurangi gesekan, dan menenangkan iritasi ringan meski bukti ilmiahnya masih terbatas.
- Kompres dingin: Meletakkan es batu atau kompres dingin di area yang bengkak selama beberapa menit dapat membantu mengurangi nyeri, bengkak, dan sensasi panas.
- Kantong teh hangat: Menempelkan kantong teh hangat dan lembap, terutama teh chamomile, di area anus membantu mengurangi iritasi berkat kandungan alami antiradangnya.
- Ekstrak tanaman alami: Beberapa bahan seperti flavonoid dari buah sitrus, ekstrak daun ara, atau senyawa tumbuhan lain diketahui membantu memperkuat pembuluh darah dan meredakan peradangan, meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.
- Menjaga kebersihan area anus: Membersihkan dengan lembut setelah buang air besar menggunakan air hangat atau tisu lembap tanpa alkohol mencegah iritasi dan mempercepat penyembuhan jaringan.
Dengan menggabungkan perawatan alami dan perubahan gaya hidup, kamu dapat mengelola gejala wasir (ambeien) ringan secara efektif dan mencegah kekambuhan. Jika keluhan tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi Wasir
Operasi wasir atau hemoroidektomi adalah tindakan medis untuk mengangkat atau memperbaiki wasir yang parah dan tidak membaik dengan perawatan biasa. Prosedur ini dilakukan secara hati-hati untuk mengembalikan kenyamanan dan mencegah kekambuhan.
- Persiapan dan posisi pasien: Sebelum operasi, kamu akan diposisikan sesuai kebutuhan, misalnya telentang dengan kaki diangkat atau menyamping. Area anus dibersihkan dengan steril agar prosedur berlangsung aman dan higienis.
- Pemberian anestesi: Dokter akan memberikan bius lokal, spinal, atau umum untuk menghilangkan rasa nyeri selama operasi berlangsung, tergantung kondisi dan tingkat keparahan wasir.
- Pengecekan area anus: Setelah dibius, dokter akan membuka saluran anus menggunakan alat khusus agar seluruh jaringan wasir terlihat jelas dan dapat diperiksa secara menyeluruh.
- Pemotongan dan pengangkatan jaringan wasir: Dokter membuat sayatan kecil berbentuk lonjong di sekitar jaringan wasir. Jaringan bengkak kemudian diangkat dengan pisau bedah, gunting, atau alat listrik tanpa merusak otot di sekitar anus.
- Menghentikan perdarahan: Setiap pembuluh darah yang terbuka akan dikontrol dengan tekanan, dijahit, atau menggunakan alat pemanas (elektrokauter) untuk mencegah perdarahan.
- Penanganan luka operasi: Luka bisa dibiarkan terbuka agar sembuh alami (hemoroidektomi terbuka) atau dijahit dengan benang yang dapat diserap (hemoroidektomi tertutup). Pada beberapa kasus, dokter dapat melakukan stapled hemorrhoidopexy, yaitu mengembalikan posisi wasir tanpa mengangkat seluruh jaringan.
- Perawatan setelah operasi: Setelah tindakan selesai, area operasi ditutup dengan kasa lembut, dan kamu akan mendapat panduan mengenai pola makan tinggi serat, cukup minum, obat pereda nyeri, serta anjuran mandi air hangat untuk membantu penyembuhan.
Operasi wasir biasanya berlangsung sekitar satu jam dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi bila dilakukan sesuai prosedur. Setelah operasi, penting bagi kamu untuk menjaga pola hidup sehat dan tidak mengejan berlebihan agar pemulihan berjalan optimal dan wasir tidak kambuh kembali.
Komplikasi Wasir
Meskipun jarang terjadi, wasir bisa menimbulkan beberapa komplikasi jika tidak ditangani dengan baik atau terjadi secara berulang. Mengetahui risiko ini membantu kamu lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis bila gejalanya muncul.
- Anemia akibat perdarahan berkepanjangan: Kehilangan darah terus-menerus dari wasir dapat menyebabkan kekurangan sel darah merah, membuat tubuh terasa lemas dan mudah lelah.
- Wasir terjepit (strangulated hemorrhoid): Terjadi ketika aliran darah ke jaringan wasir terhambat, menyebabkan nyeri hebat dan risiko jaringan mati jika tidak segera ditangani.
- Wasir dengan gumpalan darah (thrombosed hemorrhoid): Kondisi ini terjadi ketika terbentuk bekuan darah di dalam wasir, terutama wasir luar, yang menimbulkan benjolan keras dan sangat nyeri.
- Infeksi pada wasir: Luka terbuka atau peradangan yang tidak dirawat bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan dalam kasus langka, infeksi menyebar ke jaringan sekitarnya.
- Sulit buang air kecil (urinary retention): Beberapa pasien mengalami kesulitan buang air kecil setelah operasi wasir karena efek obat bius atau rasa nyeri di area panggul.
- Penyempitan saluran anus (anal stenosis): Komplikasi langka ini bisa terjadi jika operasi dilakukan terlalu agresif, sehingga jaringan parut menyebabkan anus menjadi sempit dan sulit dilewati feses.
- Kehilangan kendali buang air besar (fecal incontinence): Walau sangat jarang, kerusakan otot di sekitar anus saat operasi bisa menyebabkan sulit menahan buang air besar.
- Nyeri yang berlangsung lama: Setelah operasi wasir, beberapa pasien mungkin masih merasakan nyeri berkepanjangan yang memerlukan pengobatan tambahan untuk menguranginya.
- Wasir kambuh kembali: Jika kebiasaan pemicu seperti sembelit atau duduk terlalu lama tidak diubah, wasir bisa muncul lagi meski sudah diobati atau dioperasi.
- Komplikasi lain: Termasuk perdarahan pascaoperasi, luka bernanah, infeksi berat (sepsis), atau stres psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
Menangani wasir (ambeien) sejak dini dan menjaga pola hidup sehat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika kamu mengalami nyeri hebat, perdarahan banyak, atau gejala tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang aman dan tepat.
Cara Mencegah Wasir
Menjaga agar wasir tidak muncul atau kambuh kembali bisa dilakukan dengan menerapkan kebiasaan sehat sehari-hari. Perubahan kecil pada pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
- Perbanyak konsumsi serat: Makan buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan membantu melunakkan feses, sehingga kamu tidak perlu mengejan keras saat buang air besar.
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh: Minum air putih yang cukup setiap hari menjaga feses tetap lembut dan mencegah sembelit, salah satu penyebab utama wasir.
- Hindari mengejan berlebihan: Mengejan terlalu kuat saat buang air besar dapat menekan pembuluh darah anus dan memperburuk wasir yang sudah ada.
- Biasakan buang air besar secara teratur: Jangan menahan keinginan buang air besar, karena feses bisa mengeras dan membuat kamu perlu mengejan lebih keras nantinya.
- Rutin berolahraga: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga fungsi pencernaan tetap normal.
- Batasi waktu duduk di toilet: Duduk terlalu lama di kloset menambah tekanan pada area anus; usahakan tidak lebih dari 5–10 menit setiap kali.
- Jaga berat badan ideal: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di panggul, sehingga risiko wasir jadi lebih tinggi.
- Gunakan teknik mengangkat beban yang benar: Saat mengangkat benda berat, tekuk lutut dan gunakan otot kaki, bukan perut, agar tekanan pada anus tidak meningkat.
- Kurangi konsumsi alkohol dan kafein: Kedua zat ini bisa menyebabkan dehidrasi dan sembelit, yang memperburuk gejala wasir.
- Posisikan kaki lebih tinggi saat di toilet: Menggunakan bangku kecil untuk menopang kaki membantu posisi tubuh lebih alami sehingga buang air besar jadi lebih mudah tanpa mengejan.
Dengan menjalankan kebiasaan ini secara konsisten, kamu bisa mencegah wasir (ambeien) muncul kembali dan menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Jika gejala tetap muncul meski sudah menerapkan langkah pencegahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.
Apakah Wasir Bisa Sembuh Sendiri?
Banyak kasus wasir atau ambeien ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Wasir luar biasanya mengecil dalam beberapa hari hingga minggu, sedangkan wasir dalam bisa kembali ke posisi normal tanpa tindakan medis.
Perawatan sederhana seperti makan makanan tinggi serat, cukup minum air, dan berendam air hangat membantu mempercepat pemulihan. Hindari mengejan terlalu keras agar tekanan pada pembuluh darah tidak bertambah.
Namun, bila wasir disertai nyeri hebat, perdarahan terus-menerus, atau benjolan tidak hilang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.
Kapan Harus Ke Dokter untuk Mengobati Wasir?
Mengetahui kapan harus menemui dokter sangat penting agar wasir bisa ditangani dengan tepat dan tidak menimbulkan komplikasi. Kamu sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika gejala mulai mengganggu atau tidak membaik setelah perawatan di rumah.
- Gejala tidak membaik lebih dari seminggu: Jika nyeri, gatal, atau rasa tidak nyaman tetap muncul meski sudah melakukan perawatan rumahan, segera periksa ke dokter.
- Perdarahan dari anus: Meskipun darah yang keluar sedikit dan berwarna merah cerah, pendarahan tetap perlu diperiksa karena bisa menandakan wasir pecah atau masalah lain seperti polip atau kanker usus besar.
- Perubahan warna atau bentuk feses: Feses yang berwarna hitam atau sangat lembek bisa menunjukkan perdarahan dari saluran pencernaan bagian atas dan perlu evaluasi medis segera.
- Benjolan yang nyeri atau membesar: Jika benjolan di sekitar anus tidak membaik atau makin besar, kemungkinan ada pembekuan darah (trombosis) yang memerlukan penanganan dokter.
- Wasir yang keluar dan sulit dimasukkan kembali: Kondisi ini disebut wasir prolaps, dan bisa menyebabkan nyeri atau perdarahan bila dibiarkan terlalu lama.
- Nyeri hebat hingga sulit duduk: Jika rasa sakit mengganggu aktivitas sehari-hari, ada kemungkinan peradangan atau infeksi di area anus yang memerlukan penanganan medis.
- Tanda-tanda anemia: Gejala seperti pusing, cepat lelah, atau terasa lemas bisa disebabkan oleh kehilangan darah akibat wasir yang sering berdarah.
- Ragu terhadap gejala: Jika kamu tidak yakin apakah keluhan berasal dari wasir atau kondisi lain, dokter dapat membantu memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan yang aman.
- Obat rumahan tidak membantu: Jika salep atau obat bebas tidak memberi hasil setelah beberapa hari, dokter dapat memberikan terapi yang lebih tepat sesuai tingkat keparahan wasir.
Segera berkonsultasi dengan dokter membantu memastikan diagnosis yang benar dan mencegah kondisi semakin parah. Penanganan dini membuat proses penyembuhan lebih cepat dan menjaga kamu tetap nyaman beraktivitas.
Catatan Peninjauan Medis:
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Tery Nehemia Nugraha Joseph, Sp.B, dokter spesialis bedah umum di Klinik Wasir MMC. Beliau berpengalaman dalam bedah laparoskopi dan proktologi (penanganan wasir, fistula, fisura ani) dengan pendekatan modern yang minim nyeri dan mempercepat pemulihan pasien.
Bebas dari Wasir Tanpa Takut Operasi — Konsultasi Dulu Yuk!
Kamu sering merasa nyeri, gatal, atau ada benjolan di sekitar anus? Bisa jadi itu tanda wasir (ambeien). Tenang, kamu nggak sendiri — banyak orang mengalami hal serupa dan bisa pulih dengan penanganan yang tepat.
Di Klinik Wasir MMC, kami memahami betul betapa tidak nyamannya kondisi ini. Pemeriksaan dilakukan dengan metode modern, minim nyeri, dan hasilnya cepat. Kamu nggak perlu langsung operasi kok — cukup konsultasi dulu dengan dokter spesialis kami untuk tahu penyebab dan solusinya.
👉 Konsultasi gratis via WhatsApp sekarang: 0815-1121-2221. Yuk, atasi wasir sebelum makin mengganggu. Kami siap bantu kamu pulih dengan nyaman dan aman.
Pertanyaan terkait Topik Wasir
Banyak orang mengalami wasir tanpa menyadari penyebab pastinya. Melalui penjelasan berikut, kamu bisa lebih memahami apa itu wasir, bagaimana gejalanya, dan langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah maupun menanganinya. Penjelasan ini kami susun dengan bahasa yang mudah dipahami agar kamu bisa lebih tenang dan percaya diri dalam menjaga kesehatan area anus.
1. Apa itu wasir (ambeien) dan apa penyebab utamanya?
Wasir adalah pembengkakan atau peradangan pada pembuluh darah di sekitar anus atau bagian bawah rektum. Kondisi ini mirip seperti varises yang terjadi di kaki, hanya saja muncul di area anus. Saat tekanan di pembuluh darah meningkat terus-menerus, dindingnya melemah dan membengkak, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan nyeri.
Beberapa penyebab yang paling sering memicu wasir antara lain:
- Mengejan terlalu keras saat buang air besar, biasanya karena sembelit atau kebiasaan menahan buang air.
- Duduk terlalu lama di toilet, yang bisa meningkatkan tekanan pada area anus.
- Kehamilan, karena berat janin menekan pembuluh darah di panggul.
Perubahan gaya hidup sederhana seperti memperbanyak asupan serat, minum air yang cukup, dan tidak menunda buang air besar dapat membantu mencegah pembengkakan pembuluh darah tersebut.
2. Apa perbedaan antara wasir luar dan wasir dalam?
Perbedaan utama terletak pada lokasi dan gejalanya. Wasir dalam (internal hemorrhoids) berada di dalam rektum, sehingga umumnya tidak terasa nyeri karena area ini memiliki sedikit saraf perasa. Namun, sering kali menyebabkan pendarahan tanpa rasa sakit saat buang air besar.
Sementara itu, wasir luar (external hemorrhoids) muncul di bawah kulit sekitar lubang anus. Karena area ini banyak saraf, gejalanya lebih terasa, seperti nyeri, gatal, dan bengkak. Kadang, benjolan bisa terlihat atau terasa saat kamu membersihkan area tersebut. Meski tidak berbahaya, wasir luar sering menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Apa saja gejala paling umum dari wasir?
Gejala wasir dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya, namun beberapa tanda yang paling sering dirasakan meliputi:
- Pendarahan berwarna merah cerah saat buang air besar, biasanya terlihat di tisu atau kloset.
- Gatal atau iritasi di sekitar anus karena peradangan dan kelembapan.
- Rasa nyeri atau tidak nyaman, terutama saat duduk atau setelah buang air besar.
- Benjolan atau pembengkakan di dekat anus, yang terasa lunak atau keras tergantung jenis wasirnya.
Kamu sebaiknya memperhatikan gejala-gejala tersebut, terutama bila pendarahan sering terjadi. Meski tampak ringan, pemeriksaan dokter tetap penting untuk memastikan penyebabnya.
4. Apakah wasir bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan?
Wasir ringan atau stadium awal (derajat 1–2) sering kali bisa membaik sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Kuncinya adalah menjaga pola hidup sehat. Konsumsi makanan tinggi serat, minum air putih yang cukup, dan hindari duduk terlalu lama dapat membantu meringankan tekanan di area anus.
Namun, wasir yang sudah parah (derajat 3–4) umumnya tidak hilang tanpa perawatan medis. Kondisi ini sering menimbulkan rasa sakit atau benjolan yang keluar dari anus (prolaps). Jika kamu sudah mencoba perawatan rumahan tetapi keluhan tetap muncul, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
5. Kapan saya harus menemui dokter untuk masalah wasir?
Kamu perlu segera menemui dokter bila mengalami salah satu dari kondisi berikut:
- Pendarahan hebat atau darah tidak berhenti keluar.
- Benjolan sangat nyeri dan tidak bisa dimasukkan kembali ke dalam anus.
- Nyeri disertai demam, yang bisa menandakan adanya infeksi.
- Atau bila kamu tidak yakin bahwa pendarahan berasal dari wasir, karena bisa saja disebabkan kondisi lain yang lebih serius.
Dokter akan membantu memastikan diagnosis dan menentukan penanganan terbaik agar kamu terhindar dari komplikasi dan merasa lebih nyaman.
6. Apa saja makanan yang baik dikonsumsi untuk mencegah dan mengatasi wasir?
Pola makan berperan besar dalam mencegah wasir. Makanan kaya serat membantu melunakkan feses, sehingga kamu tidak perlu mengejan keras. Beberapa pilihan yang bisa kamu konsumsi setiap hari antara lain:
- Buah-buahan segar, seperti apel, pir, pisang, dan buah beri.
- Sayuran hijau, misalnya bayam, brokoli, atau kangkung.
- Biji-bijian utuh, seperti roti gandum, oatmeal, dan beras merah.
- Kacang-kacangan dan polong-polongan, yang kaya serat dan protein nabati.
Selain itu, jangan lupa minum cukup air setiap hari dan batasi makanan pedas atau rendah serat yang bisa memicu sembelit.
7. Apa itu Thrombosed Hemorrhoid dan apakah berbahaya?
Thrombosed hemorrhoid adalah jenis wasir luar yang mengalami pembekuan darah di dalamnya. Kondisi ini menyebabkan benjolan terasa keras, nyeri, dan terkadang berwarna kebiruan. Rasa sakitnya bisa muncul tiba-tiba dan cukup mengganggu aktivitas harian.
Meskipun jarang berbahaya, thrombosed hemorrhoid memerlukan perhatian medis segera karena rasa nyerinya intens. Dokter biasanya akan membantu mengeluarkan gumpalan darah tersebut agar pembengkakan mereda dan proses penyembuhan lebih cepat.
8. Adakah pengobatan wasir selain operasi pembedahan?
Banyak kasus wasir derajat ringan hingga sedang dapat diatasi dengan metode tanpa pembedahan. Beberapa di antaranya meliputi:
- Rubber Band Ligation, yaitu pengikatan pangkal wasir dengan karet kecil hingga jaringan mengering dan lepas.
- Skleroterapi, berupa penyuntikan cairan khusus agar pembuluh darah menyusut.
- Laser Hemorrhoidoplasty (LHP) atau radiofrekuensi, yang menggunakan energi panas untuk mengecilkan jaringan wasir.
Metode-metode ini tergolong cepat, minim rasa sakit, dan pemulihannya lebih singkat dibanding operasi besar. Namun, tetap perlu evaluasi dokter untuk menentukan apakah metode tersebut cocok untuk kondisimu.
9. Bagaimana cara mencegah wasir agar tidak kambuh?
Pencegahan wasir sangat mungkin dilakukan dengan perubahan kebiasaan sederhana. Beberapa langkah yang bisa kamu coba antara lain:
- Konsumsi serat dan air secara cukup agar feses tetap lunak.
- Jangan menahan dorongan buang air besar, karena bisa meningkatkan tekanan di anus.
- Hindari mengejan berlebihan atau duduk di toilet lebih dari 10 menit.
- Berolahraga teratur, seperti berjalan kaki atau yoga, untuk melancarkan pencernaan.
Konsistensi adalah kunci. Kebiasaan sehat ini tidak hanya mencegah wasir kambuh, tapi juga menjaga kesehatan pencernaan secara menyeluruh.
10. Apakah obat oles atau supositoria (obat yang dimasukkan ke anus) efektif untuk mengobati wasir?
Obat oles dan supositoria (obat yang dimasukkan ke anus) bisa membantu meredakan gejala wasir, seperti nyeri, gatal, dan bengkak. Kandungan antiinflamasi atau pereda nyeri di dalamnya membuat area anus terasa lebih nyaman dalam waktu singkat.
Namun, penting untuk dipahami bahwa obat ini bukan solusi permanen. Ia hanya membantu meringankan keluhan sementara, bukan menghilangkan wasir sepenuhnya. Jika gejala sering kambuh atau semakin berat, segera periksa ke dokter untuk mencari penyebab dan solusi jangka panjangnya.
Penutup
Wasir atau ambeien bisa dialami siapa saja, dan memahami penyebab serta gejalanya membantu kamu menangani keluhan dengan lebih tenang. Dengan langkah perawatan yang tepat dan kebiasaan hidup sehat, sebagian besar kasus wasir dapat pulih tanpa komplikasi.
Jika kamu mulai merasakan gejala seperti nyeri, gatal, atau benjolan di anus, sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakannya. Setiap kondisi bisa berbeda, jadi konsultasi dengan dokter akan membantu menentukan pengobatan wasir yang paling sesuai.
Kami dari Klinik Wasir MMC siap mendampingi kamu menjaga kesehatan pencernaan dengan aman dan nyaman. Jika gejala makin mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi atau membaca panduan lanjutan tentang cara mencegah wasir kambuh kembali.
Referensi
- https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/hemorrhoids_and_what_to_do_about_them
- https://www.georgiahae.com/what-causes-hemorrhoids/
- https://www.nature.com/articles/s41598-021-03838-z
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268
- https://www.ibilasertherapy.com/internal-vs-external-hemorrhoids-whats-the-difference/
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15120-hemorrhoids
- https://www.healthline.com/health/external-hemorrhoids
- https://www.healthline.com/health/internal-hemorrhoid
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268
- https://www.medparkhospital.com/en-US/disease-and-treatment/hemorrhoids
- https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/hemorrhoids/diagnosis
- https://www.healthdirect.gov.au/haemorrhoids-piles
- https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2018/0201/p172.html
- https://www.medicalnewstoday.com/articles/317114
- https://ghealth121.com/treatments/hemorrhoids/
- https://www.topdoctors.co.uk/medical-articles/preventing-haemorrhoids-lifestyle-changes-and-tips-for-long-term-relief/
- https://www.georgiahae.com/what-are-hemorrhoids/how-long-do-hemorrhoids-last/